Dilansirdari Encyclopedia Britannica, serangan sultan agung terhadap voc di banten dan batavia pada tahun 1628 dan 1629, perlawanan sultan hasanudin dari makassar pada tahun 1667, serta perlawanan pattimura di maluku pada tahun 1817 pada dasarnya merupakan bentuk reaksi atas kebijakan monopoli perdagangan.
Bantenmelawan VOC. Banten mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Abdul Fatah yang dikenal dengan nama Sultan Ageng Tirtayasa (1650-1682). Sultan Ageng Tirtayasa mengadakan perlawanan terhadap VOC (1651), karena menghalang-halangi perdagangan di Banten. Menghadapi serangan pasukan Banten, VOC terus memperkuat kota Batavia dengan
Rajaterbesar Kerajaan Mataram ialah Mas Rangsang dengan gelar Sultan Agung Hanyokrokusumo (1613-1645).Sultan Agung bercita-cita mempersatukan seluruh Jawa di bawah kekuasaan Mataram dan mengusir Kompeni (VOC) dari Batavia. Masa pemerintahan Sultan Agung yang selama 32 tahun dibedakan atas dua periode, yaitu masa Penyatuan Kerajaan dan masa
JalannyaPerlawanan Sultan Agung dan Rakyat Mataram. Pada tahun 1628 Sultan Agung mempersiapkan pasukan Mataram dengan segenap persenjataan dan perbekalannya untuk menyerang VOC di Batavia. Pada waktu itu yang menjadi Gubernur Jenderal VOC adalah J.P. Coen. Pada tanggal 22 Agustus 1628, pasukan Mataram di bawah pimpinan Tumenggung Baureksa
. Ilustrasi alasan Sultan Agung merencanakan serangan ke Batavia. Foto Unsplash/Arfan AdytiyaRaden Mas Rangsang yang dikenal dengan Sultan Agung Hanyakrakusuma adalah raja dari Kerajaan Mataram yang hampir menguasai hampir seluruh wilayah Jawa. Salah satu kisah yang paling dikenal adalah rencananya menyerang Batavia. Sebenarnya, mengapa Sultan Agung merencanakan serangan ke Batavia yang merupakan markas VOC?Alasan Sultan Agung Merencanakan Serangan ke BataviaIlustrasi peperangan antara pasukan Sultan Agung dengan VOC. Foto Unsplash/Hasan Almasi Soedjipto Abimanyu dalam bukunya Kitab Terlengkap Sejarah Mataram 2015 70, Sultan Agung adalah satu-satunya raja Mataram yang sangat bersemangat memerangi VOC. Salah satu faktor yang menyebabkan Mataram di masa pemerintahan Sultan Agung melancarkan serangan terhadap VOC karena perusahaan asal Belanda ini telah melakukan penekanan pada rakyat dan melakukan monopoli hasil bumi, sehingga menyebabkan rakyat kedatangan VOC di Batavia, Sultan Agung sudah menampakkan ketidaksukaannya. Terbukti kalau VOC berbuat semena-mena terhadap penguasa Mataram, Sultan Agung pun menyiapkan pasukan guna menyerang kedudukan Belanda di Batavia. Berbagai persiapan pun dilakukan dalam rangka penyerangan tersebut, mulai dari persiapan perbekalan hingga melatih keterampilan perang para prajurit catatan sejarah, Sultan Agung melancarkan serangan terhadap VOC di Batavia sebanyak dua kali. Serangan pertama terhadap VOC dilakukan pada tahun 1628. Sebelum penyerangan dilakukan, terlebih dahulu Sultan Agung mengirim utusan damai kepada mengutus Kiai Rangga yang merupakan bupati Tegal untuk menyampaikan tawaran damai dengan syarat-syarat tertentu dari Mataram. Namun, tawaran tersebut ditolak oleh VOC sehingga Sultan Agung memutuskan untuk menyatakan perang. Karena itu, diberangkatkanlah satu armada perang Mataram ke Batavia di bawah pimpinan Tumenggung Bau sayangnya, serangan ini gagal lantaran pasukan Mataram terserang wabah penyakit dan kekurangan bekal air dan makanan. Selain itu, kegagalan tersebut juga disebabkan oleh terpecahnya konsentrasi pasukan. Sebab, pada saat bersamaan, pasukan yang menuju ke Batavia itu juga berperang melawan kerajaan-kerajaan di sepanjang pesisir utara Jawa dalam rangka penaklukan dan kedua terjadi pada tahun 1629. Setelah kegagalan pada serangan pertama, Sultan Agung pun mengirimkan armada perang untuk kedua kalinya pada tahun 1629. Kali ini, pasukan Mataram dipimpin oleh Adipati sisi persenjataan, penyerangan kedua ini dibekali persenjataan yang lebih lengkap dan persiapan yang lebih matang. Selain itu, untuk mengantisipasi kekurangan makanan, maka lumbung-lumbung makanan telah dipersiapkan di sekitar kedua ini dipimpin oleh dua panglima perang Mataram, yakni Adipati Ukur dan Adipati Juminah. Pasukan pertama yang dipimpin oleh Adipati Ukur diberangkatkan pada bulan Mei 1629, sedangkan pasukan kedua dipimpin Adipati Juminah berangkat bulan Juni. Jumlah semua pasukan Mataram untuk penyerangan kedua ini adalah orang. Namun, sayangnya, lagi-lagi penyerangan kedua berhasil digagalkan oleh satu penyebab kegagalan ini adalah dibakarnya tempat penyimpanan makanan pasukan Mataram oleh VOC dan banyak prajurit yang terjangkit wabah kolera, sehingga pasukan Mataram banyak yang mati. Bahkan, penyakit ini juga menewaskan Gubernur Jenderal VOC di Batavia, Jan Pieterzoon Sultan Agung dua kali gagal dalam menyerang VOC, namun tekadnya memicu semangat dan keberanian rakyat Indonesia untuk mengusir penjajahan Belanda, meskipun masih bersifat kedaerahan.MZM
Ilustrasi serangan Pasukan Mataram ke Batavia. Mengapa Sultan Agung bersikeras mengusir VOC dari Batavia? – Kesultanan Mataram dipimpin oleh Sultan Agung, yang menjadi rasa terbesar yang berkuasa antara tahun 1613-1645. Mengapa Sultan Agung bersikeras untuk mengusir VOC dari Batavia? Mengapa tidak berhasil? Kesultanan Mataram Islam ketika berada di bawah kekuasaan Sultan Agung menjadi salah satu kerajaan terbesar dan paling dihormati di Nusantara. Tidak hanya membawa kejayaan Kesultanan Mataram, namun Sultan Agung menjadi pemimpin yang sangat membenci VOC. Saking bencinya Sultan Agung pada VOC, beliau hingga mengirimkan dua kali serangan untuk menggemput pasukan VOC di Batavia, yaitu pada tahun 1628 dan 1629. Sayangnya, serangannya selalu mengalami kegagalan, tetapi Sultan Agung tidak pernah berhenti berupaya mengusir VOC dari Batavia. Lalu, mengapa Sultan Agung bersikeras untuk mengusir VOC dari Batavia, dan mengapa tidak berhasil? Mataram yang dipimpin oleh Sultan Agung melakukan serangan pertama terhadap VOC di Batavia pada tahun 1628, yang dipimpin oleh Tumenggung Baureksa, bupati Kendal. Pasukan Sultan Agung di Batavia ketika itu melakukan strategi dengan membendung Sungai Ciliwung agar benteng VOC kekurangan air. Strategi itu berhasil dan membuat pihak VOC terkena wabah kolera, namun dominasi Belanda belum juga bisa dipatahkan. Stamina pasukan Mataram yang terkuras, karena kekurangan bahan makanan serta kalah dalam hal persenjataan, menjadikan hambatan untuk menyerang kembali. Hal tersebut akhirnya membuat pasukan Mataram mundur dan kembali ke kerajaannya. PROMOTED CONTENT Video Pilihan
serangan sultan agung terhadap voc di banten dan batavia